Mengenal Buyer Persona Untuk Promosi: Pengertian, Fungsi, Hingga Cara Membuatnya

by Viki
buyer persona adalah

Dalam dunia pemasaran, memahami siapa target pelanggan adalah kunci kesuksesan. Salah satu alat yang efektif untuk memahami audiens adalah dengan mengembangkan “buyer persona”. Singkatnya, buyer persona adalah representasi fiktif dari pelanggan ideal yang digunakan sebagai panduan untuk membuat strategi pemasaran yang efektif. 

Ya, dalam artikel ini, MiMe akan memberikan panduan lengkap tentang buyer persona, termasuk pengertian buyer persona, hal-hal yang harus diperhatikan, cara membuat, hingga manfaatnya.

Table of Contents

Apa Itu Buyer Persona?

Buyer persona adalah suatu hal yang disebut sebagai customer persona atau marketing persona. Melansir laman Social Media Today, buyer persona dapat dikatakan sebagai gambaran yang sangat terperinci tentang karakteristik dan perilaku pelanggan. Hal ini dibangun berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan tentang pelanggan yang sudah ada maupun calon pelanggan.

Hal ini melibatkan proses rincian atribut seperti demografi, minat, perilaku belanja, preferensi komunikasi, tantangan, dan kebutuhan pelanggan yang di gali melalui riset pasar dan interaksi langsung dengan pelanggan.

Intinya, Sobat MEA membuat profil pelanggan yang terlihat nyata untuk membantumu untuk mendapatkan cara jitu dalam menarik perhatian pelanggan. Hal ini dikarenakan mereka membeli produkmu dengan alasan yang berbeda. Sehingga Sobat MEA perlu membuat persona yang lebih menarik juga. 

Untuk hal ini, Sobat MEA bisa memulainya dari pengumpulan data, tingkah laku, hingga cara mengambil keputusan mereka pada saat membeli produk atau layanan. Semakin detail Sobat MEA membuatnya, maka akan terlihat semakin baik personanya. 

Buyer persona akan membantumu dalam memahami pelanggan dan calon pelangganmu dengan baik serta memudahkanmu dalam penyesuaian konten, pengembangan produk, hingga pengiriman newsletter.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Buyer Persona

Ingin Bisnis Makin Eksis di Tengah Masa Krisis?
Yuk, gabung komunitas bisnis online MEA! Bukan hanya untuk menciptakan buyer persona yang baik, tapi juga menghasilkan cuan yang berkelanjutan~

Sebelum memulai cara membuat buyer persona yang merinci, ada beberapa hal yang perlu Sobat MEA analisa dan tentukan dengan benar. Biar bagaimanapun hal iniperlu diciptakan sedetail mungkin agar strategi pemasaran dapat berfungsi secara maksimal.  

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan tersebut, antara lain:

1. Data Pribadi

Pertama yang perlu diperhatian untuk menciptakan buyer persona yaitu memiliki data pribadi pelanggan.

Data ini akan dirancang menjadi buyer persona. Sobat MEA harus bisa memenuhi berbagai data diri untuk menggambarkan masing-masing individu dalam kelompok audiens. Berikut uraiannya:

  • Nama Konsumen
  • Jenis Kelamin
  • Usia
  • Latar Pendidikan
  • Bidang Pekerjaan
  • Jumlah Penghasilan
  • Status Pernikahan

2. Tingkah Laku

Sobat MEA juga perlu memperhatikan bagaimana tingkah laku pelanggan atau customer behavior. Untuk mempelajari satu hal ini, Sobat MEA bisa menelusurinya melalui pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Hobi
  • Makanan dan Minuman Favorit
  • Jenis Media Sosial
  • Forum Online yang Diikuti

3. Kebiasaan Berbelanja

Terakhir, Sobat MEA juga perlu memperhatikan bagaimana cara membentuk buyer persona dari kebiasaan berbelanja pelanggan. 

Untuk hal ini, biasanya mencakup beberapa hal berikut: 

  • Kebiasaan berkomunikasi melalui telepon, email, atau secara tatap muka
  • Cara mengetahui produk, apakah melalui iklan, saran teman, atau melalui internet
  • Jika melalui internet, bagaimana cara pelanggan menemukan informasi tersebut
  • Cara berbelanja yang disukai, offline di toko, atau online

Contoh Buyer Persona yang Menarik

Jika Sobat MEA masih bingung mengenai buyer persona, ada 3 contoh buyer persona yang bisa diikuti. Berikut uraian lengkapnya:

1. Aplikasi Layanan Pengembangan Diri dan Karier

Sumber: Info Populix

Pada buyer persona ini, bisa terlihat bahwa wawasan untuk menyusun strategi pemasaran dalam menawarkan aplikasi layanan pengembangan diri dan karier kepada Budi.

Dalam hal ini, Budi bisa mencoba aplikasinya untuk mengatasi tantangan yang dihadapi. Di samping itu, pengguna aplikasi perusahaan juga terus bertambah. 

2. Biro Perjalanan Untuk Kalangan VIP

Sumber: RevoU

Buyer Persona dapat dibayangkan bahwa Tony adalah individu yang berpendidikan tinggi, berpendapatan di atas rata-rata, dan rawan bosan karena semua bisnisnya berjalan dengan sukses. 

Sehingga Tony sangat cocok menjadi target bisnis biro perjalanan. Bisnis ini juga menyasar para pensiunan kaya raya untuk mengisi waktu luang dengan travelling ke tempat-tempat yang menarik. 

Cara Membuat Buyer Persona dalam Pemasaran

Saatnya Miliki Website Bisnis dengan Performa yang Baik
Tentunya perlu kamu maksimalkan dengan GoWebin!

Dalam pemasaran, buyer persona adalah alat yang sangat berharga untuk memahami pelanggan ideal. Hal ini pun dapat berfungsi sebagai representasi fiktif yang sangat terperinci tentang karakteristik, preferensi, dan perilaku pelanggan. 

Artikel Terkait  Ingin Jago Jualan? Yuk, Ikuti Pelatihan Digital Marketing! Ini Rekomendasinya~

Dengan memahaminya, Sobat MEA dapat mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif dan mengarahkan upaya pemasaranmu pada target audiens yang tepat. 

Berikut langkah-langkah mengenai cara membuat buyer persona untuk strategi pemasaran bisnismu, antara lain:

1. Riset Pelanggan Secara Menyeluruh

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan riset pasar dan analisis data pelanggan yang ada. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Sobat MEA dapat memulainya dengan mengumpulkan data pelanggan yang ada, seperti informasi demografi, data pembelian, data perilaku, serta informasi kontak dan interaksi pelanggan. 

Sobat MEA juga dapat melakukan riset pasar untuk mengidentifikasi tren pasar, preferensi konsumen, dan data pasar lainnya. Data ini akan menjadi dasar untuk menggali atribut dan perilaku pelangganmu yang akan di gunakan dalam pembuatan persona dalam pelanggan yang Sobat MEA miliki.

2. Ketahui Masalah Pelanggan

Sobat MEA juga perlu mencari tahu masalah yang sedang dialami oleh pelanggan. Salah satu caranya bisa dengan terlibat di media sosial dan melakukan penelitian secara langsung.

Sobat MEA juga bisa melakukan survei online untuk mengetahui review mereka terkait produk atau layananmu. Jika ada masalah yang mereka alami dengan produkmu, berikan solusi.

3. Identifikasi Tujuan Pelanggan

Langkah berikutnya untuk mengetahui masalah pelanggan adalah mengidentifikasi tujuan mereka. Mereka tentu memiliki berbagai tujuan baik bersifat pribadi maupun profesional.

Itulah mengapa Sobat MEA perlu mengenali lebih dalam mengenai tujuan mereka masing-masing sehingga Sobat MEA dapat menyajikan konten atau produk yang sesuai.

4. Kategorikan Setiap Persona

Setelah semua data pelanggan terkumpul, Sobat MEA perlu membaginya menjadi beberapa kategori buyer persona.

Adapun beberapa kategori dalam buyer persona yang bisa dibuat, meliputi:

  • Methodical Persona: Pelanggan yang bersifat logis dan teliti dalam bertindak, Sobat MEA menawarkan produk unggul untuk menarik minatnya dengan mudah.
  • Competitive Persona: Pelanggan dengan kegemaran pada hal-hal bersifat kompetitif umumnya menyukai produk yang membantu mengembangkan diri.
  • Humanistic Persona: Pelanggan yang lambat dalam membuat keputusan, Sobat MEA perlu mengupayakan strategi penawaran semaksimal mungkin agar membuatnya berminat. 
  • Spontaneous Persona: Pelanggan yang cenderung menggunakan emosi dalam mengambil keputusan cenderung akan mudah dipengaruhi
Artikel Terkait  7 Cara Membuat Produk Skincare Sendiri Dari Awal Sampai Jadi!

5. Pahami Cara Membantu Konsumen

Setelah mengetahui masalah dan tujuan yang dihadapi oleh konsumen, langkah selanjutnya untuk membuat buyer persona adalah dengan memahami bagaimana Sobat MEA membantu para konsumen. 

Dalam hal ini, Sobat MEA perlu menggali lebih dalam mengenai manfaat yang diberikan oleh bisnismu. Secara tidak langsung, Sobat MEA juga akan memahami bagaimana bisnis berjalan. 

6. Ubah Riset Menjadi Buyer Persona

jika semua langkah di atas sudah dilakukan, Sobat MEA sudah bisa mengubahnya menjadi buyer persona.

Contohnya, Sobat MEA mengidentifikasi pelanggan yang berusia 25 tahun, tinggal di kota-kota besar, dan sedang mencari pelatihan bisnis yang meyakinkan. Silakan kelompokkan semua itu ke dalam satu daftar buyer persona untuk memudahkanmu dalam pembuatan konten, pengembangan produk, dan lain-lain. 

Jika perlu, Sobat MEA juga bisa membuat lebih dari satu buyer persona sesuai dengan kebutuhan bisnis. 

Manfaat Buyer Persona Bagi Bisnis

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa buyer persona adalah cara terbaik untuk memahami target audiens. 

Data-data yang didapatkan juga bisa membantu bisnis dalam meningkatkan conversion rate dan omzet penjualan. 

Bukan hanya itu, buyer persona juga memberikan berbagai manfaat lain yang bisa menguntungkan bisnis. Melansir laman Adwhite, berikut beberapa manfaat dari buyer persona, antara lain:

  • Memahami kebutuhan pelanggan ideal dengan lebih baik.
  • Memiliki target audiens yang lebih terarah. 
  • Menciptakan efisiensi pemasaran bisnis.
  • Memudahkan tim sales dalam melaksanakan kinerjanya. 
  • Menemukan persona yang negatif
  • Memahami customer pain point secara Detail

Dengan demikian, bagi MiMe, buyer persona adalah suatu hal yang berperan penting dalam strategi pemasaran, bukan? Mengingat banyaknya fungsi yang sangat mampu membantu jalannya pemasaran bisnis. Maka tidak ada salahnya untuk kemudian Sobat MEA membuatnya untuk keperluan promosimu. Semoga bermanfaat!

You may also like

Leave a Comment