Cara Melacak Konversi Landing Page. Promosi Bisa Dipantau!

by Viki
cara melacak konversi landing page

Dalam menerapkan strategi pemasaran, Sobat MEA tentu ingin mengetahui bagaimana hasil dari teknik-teknik yang dilakukan. Termasuk landing page yang Sobat MEA buat untuk mengenalkan dan mempromosikan suatu produk atau jasa. Hal ini bisa dilakukan melalui Google Analytics melihat mana yang paling menghasilkan konversi pengunjung. Tapi pertanyaannya, bagaimana cara melacak konversi landing page?

Pasalnya ini dapat mengubah pengunjung menjadi pelanggan, sekaligus melihat hasil optimasi SEO pada halaman arahan yang berpotensi meningkatkan peringkat yang lebih tinggi. Dan di artikel ini, MiMe akan menjelaskan bagaimana cara melacak konversi pengunjung yang bisa dilakukan oleh pemula. Simak selengkapnya di bawah ini!

Table of Contents

Apa itu Landing Page Google Analytics?

Kupas tuntas rahasia sukses memanfaatkan website sampe cuan
Gabung diskusi bareng seller dan mentor berpengalaman di komunitas bisnis MEA!

Melansir laman MonsterInsights, Halaman ladasan atau landing page di Google Analytics adalah halaman pertama yang dilihat pengguna dalam suatu sesi yang berisi postingan blog, halaman produk, halaman pengambilan prospek, dan sebagainya. Intinya, landing page adalah halaman yang pengguna pertama kali tiba ketika mengeklik tautan yang mengarah ke suatu situs web.

Landing page ini dapat menghasilkan konversi sebagai tujuan akhirnya. Misalnya, Sobat MEA menjual produk sepatu, konversi berawal dari pengunjung yang menghubungimu melalui landing page yang diterapkan. Kemudian konversinya adalah pengunjung yang pada akhirnya melakukan pembelian.

Mengapa Perlu Melacak Konversi Landing Page?

Gunakan website profesional GoWebin untuk promosi yang maksimal!
Fitur yang lengkap, performa yang mantap, siap gencarkan bisnis hingga untung maksimal~

1. Mengetahui Konten yang Berkonversi

Dengan mengetahui konversi halaman arahan yang Sobat MEA pasang, Sobat MEA dapat memahami jenis konten yang mendorong bisnis untuk menghasilkan konversi yang lebih tinggi.

2. Mengoptimalkan Halaman dengan Konversi Rendah

Mengidentifikasi halaman arahan mungkin akan menghasilkan traffic, tapi tidak dengan konversi yang tinggi. Dengan hal ini, Sobat MEA dapat menemukan apa yang hilang dan bagaimana cara mengoptimalkannya untuk menghasilkan konversi. 

3. Melacak Laman yang Paling Menarik

Banyaknya waktu yang dihabiskan di laman dan metrik keterlibatan lainnya untuk melacak landing page dapat mempertahankan pengunjung di situs web yang dimiliki.

4. Menemukan Apa yang Pengunjung Butuhkan

Melihat rata-rata jumlah konversi pada setiap sesi dapat membuatmu memahami konten mana yang mengarahkan pengunjung menjelajahi situs web lebih jauh. Jika Sobat MEA menemukan para pengunjung tidak melakukan konversi dan cenderung melihat banyak halaman, artinya ada yang perlu dievaluasi dari halaman arahan.

Cara Melacak Konversi Landing Page dengan Akurat

Untuk melacak landing page sesuai manfaat-manfaat di atas secara efektif, Sobat MEA harus menyiapkan sasaran konversi spesifik terlebih dahulu di halaman landasan tersebut.

Ini penting untuk membantu Google Analytics mengidentifikasi apakah pengunjung telah mengambil tindakan yang diinginkan. Misalnya, jika pengunjung membuka landing page dengan CTA (Call to Action) mendorong mereka untuk membeli produk, halaman WhatsApp atau toko online di marketplace atau media sosial akan muncul setelah mengekliknya. 

Dan halaman tersebut akan memicu pengunjung untuk menghasilkan konversi dan membuat Google Analytics menunjukkan bahwa mereka telah mengambil tindakan tersebut.

Siapkan Sasaran Konversi

Berikut adalah langkah-langkah untuk menyiapkan sasaran konversi di Google Analytics:

Setelah itu, Sobat MEA dapat memilih salah satu dari 4 jenis sasaran yang dituju yaitu:

  1. Sasaran tujuan URL: untuk memberi tahu jumlah orang yang melihat halaman tertentu. Ini cocok untuk halaman terima kasih, halaman konfirmasi, atau, pada dasarnya, halaman lainnya.
  2. Sasaran durasi: untuk melacak jumlah waktu yang dihabiskan pengguna di halaman tertentu. Tujuan ini dapat tercapai setelah sesi berlangsung dalam jangka waktu tertentu.
  3. Sasaran halaman/kunjungan: untuk melacak jumlah halaman yang dilihat pengunjung di web sebelum keluar.
  4. Peristiwa: untuk memahami tindakan apa yang dilakukan pengguna di situs web. Sobat MEA dapat melihat apakah mereka memutar video atau mengunduh PDF, serta mengetahui bagaimana mereka menggulir dan berhenti saat mengisi formulir.

Segmentasi

Langkah kedua ini bertujuan untuk menjaga data tetap teratur. Sobat MEA perlu membuat segmen. Adapun caranya sangat mudah yaitu buka halaman segmentasi, Lihat -> Laporan, lalu klik tombol tersebut, dan klik Tambahkan Segmen. Selanjutnya berikan nama yang jelas dan tentukan filter yang akan digunakan meliputi demografi, teknologi, perilaku, dll.

Jika Sobat MEA baru mengenali segmentasi, mulailah lakukan filter pada hal-hal berikut:

  1. Jenis perangkat (desktop vs. seluler).
  2. Jenis pengguna (baru vs. kembali).
  3. Sumber lalu lintas.

Model Atribusi

Hal ini merupakan serangkaian aturan yang menetapkan kredit konversi pada interaksi antara pengguna dengan brand. Misalnya, klik Non-Langsung terakhir sebagai salah satu model atribusi default, ini memberikan kredit 100% untuk penjualan ke saluran terakhir yang diklik pengunjung sebelum menjadi konversi. Ini mengabaikan traffic secara langsung.

You may also like

Leave a Comment