Stock Keeping Unit Adalah: Penjelasan, 4 Contoh dan Cara Membuatnya!

Bagi para pebisnis berpengalaman, stock keeping unit atau SKU bukan sesuatu yang aneh lagi. Namun, tentu saja nggak semua pebisnis apalagi pemula yang mengetahui apa itu stock keeping unit. Stock keeping unit adalah suatu kode unik yang ditambahkan pada setiap produk yang dijual oleh para pebisnis.

Istilah stock keeping unit ini biasa dipakai dalam bisnis konvensional. Kendati demikian, stock keeping unit atau SKU juga kini digunakan dalam produk yang dijual secara online. Singkatnya, stock keeping unit adalah istilah yang sangat penting dalam menjalankan bisnis. Sebab, SKU ini bisa berpengaruh pada pemasaran dan penjualan produk pada segala jenis bisnis baik skala besar maupun kecil.

Apa itu Stock Keeping Unit Dalam Bisnis Online?

Mau tahu rahasia sukses bisnis online di marketplace?

Yuk diskusi bersama para seller marketplace lain di Komunitas Seller marketplace MEA

Setelah mengetahui sedikit mengenai SKU, sebenarnya apa sih SKu dalam sebuah bisnis online? Stock keeping unit adalah kode untuk yang diberikan pada setiap item barang. Jika disingkatkan, SKU ini adalah metode penamaan tiap produk yang akan Sobat MEA jual.

Umumnya SKU ini dibuat dengan kombinasi huruf angka yang dilabelkan pada suatu produk. Dengan hal tersebut, SKU akan secara otomatis akan menjadi identitas produk. SKU ini nantinya akan menjadi pembeda sebuah produk. SKU juga sangat berguna jika Sobat MEA punya produk yang memiliki banyak varian.

Oiya, ada beberapa jenis SKU yang digunakan oleh para pebisnis. Biasanya penggolongan stock keeping unit adalah berdasarkan jenis barang yang dijual maupun berdasarkan produk intangible.

6 Manfaat Stock Keeping Unit Untuk Bisnis Online

Setelah mengetahui apa itu stock keeping unit, Sobat MEA juga harus mengetahui manfaat-manfaat dari SKU untuk bisnis online. Yup, stock keeping unit adalah hal yang punya beragam manfaat untuk sebuah bisnis. Emang manfaat apa saja sih yang bisa Sobat MEA dapatkan? Nah daripada bingung dan bertanya-tanya, berikut adalah 6 manfaat stock keeping unit untuk bisnis online. Yuk simak!

  1. Memudahkan Sobat MEA dalam melakukan pencarian produk secara manual
  2. Mempercepat proses transaksi bisnis yang sedang Sobat MEA jalankan
  3. Secara nggak langsung stock keeping unit adalah hal yang dapat melancarkan distribusi produk pada konsumen
  4. Memudahkan Sobat MEA untuk melakukan analisis bisnis produk
  5. SKU berguna untuk memudahkan Sobat MEA dalam proses pencatatan data penjualan harian sampai bulanan
  6. Terakhir, SKU akan memudahkan Sobat MEA melakukan restock terhadap sebuah produk.

4 Fungsi SKU dalam Bisnis Online

Mau semua toko online kamu punya foto produk dan SKU yang rapi dan menarik?

Yuk kerjasama bareng tim jasa optimasi marketplace MEA

Setelah mengetahui beragam manfaatnya, bisa kita simpulkan kalau stock keeping unit adalah hal yang punya beragam fungsi. Yup, pada penerapannya, fungsi utama SKU adalah menghindari penomoran produk yang sama yang bisa membingungkan Sobat MEA maupun pembeli itu sendiri. Selain itu, berikut ini 4 fungsi SKU lain;

  1. Memudahkan proses identifikasi produk
  2. Sebagai sarana yang membantu proses pengecekan produk
  3. Untuk meminimalisir adanya kerusakan, hilang atau produk yang cacat dan nggak siap jual
  4. Untuk mempermudah Sobat MEA melakukan restock inventory.

4 Contoh SKU di Marketplace

Karena sekarang SKU sudah familiar dalam sebuah bisnis online, kini kita akan memberikan 4 contoh SKU atau pola SKU di setiap marketplace yang eksis di Indonesia. Mulai dari SKU Tokopedia, Shopee, Lazada dan TikTok Shop. Nah berikut ini contoh-contohnya;

1. SKU Produk Tokopedia

OLV-XS-C11-BBS

Format yang digunakan pada SKU Tokopedia di atas adalah warna, ukuran, nomor model dan merek. Berikut penjelasannya;

  • OLV untuk warna loive
  • XS untuk ukuran extra small
  • C11 untuk kode atau nomor model
  • BBS adalah kode untuk merek Batik Bagus Store

2. SKU Produk Shopee

stock keeping unit adalah

KP-HITAM/KP-CREAM

Contoh SKU Shopee di atas cenderung sederhana. SKU tersebut menggunakan format tipe produk, bahan produk dan warna. Berikut penjelasannya:

  • K merupakan kode untuk kaos
  • P adalah bahan plastisol untuk kaos
  • Hitam dan cream adalah warna dari varian masing-masing produk.

3. SKU Produk Lazada

SC3-BW-42

Format SKU di atas adalah nama produk, jenis, warna dan ukuran. Jika dijabarkan, berikut penjelasannya;

  • SC untuk sepatu canvas
  • 3 untuk kode unisex
  • BW merupakan kode warna black and white
  • 42 adalah ukuran sepatu

4. SKU Produk TikTok Shop

SL-SB02

TikTok Shop memiliki fitur etalase yang digunakan untuk memasukan produk. Fitur etalase ini mengharuskan Sobat MEA memasukan SKU. Nah kode di atas adalah contoh SKU TikTok Shop yang jika dijabarkan berarti;

  • SL adalah nama produk snack latiao
  • SB02 adalah rasa steak bakar dengan varian gurih pedas

4 Cara dan Tips Membuat SKU

Mau belajar jualan di Shopee langsung dari mentor resmi?

Yuk langsung ikut aja di Kelas Shopee Mastery Premium MEA sekarang juga!

Setelah mengetahui contoh-contoh SKU di atas, Sobat MEA pasti penasaran, bagaimana sih cara membuat SKU yang baik dan benar. Nah berikut ini adalah 4 cara sekaligus tips dalam membuat SKU.

1. Identifikasi Informasi Produk

Salah satu hal penting dalam membuat stock keeping unit adalah pengetahuan Sobat MEA tentang produk. Yup, untuk membuat SKU produk, Sobat MEA harus mulai mengidentifikasi dan menentukan informasi produk penting mana yang akan dibuat.

Setelah itu, Sobat MEA bisa mulai melakukan penggolongan. Penggolongan ini bisa didasarkan dari spesifikasi, ukuran, jumlah variasi dan jenis produk.

2. Buat Pengkodean Produk

Setelah selesai melakukan penggolongan produk, hal yang bisa Sobat MEA lakukan selanjutnya adalah membuat SKU atau pengkodean. Dalam membuat SKU, hindari adanya kemiripan agar Sobat MEA nggak bingung. 

Saat melakukan pengkodean juga, Sobat MEA harus disiplin terhadap format. Jangan melakukan pengubahan format karena hal ini akan membuat kacau SKU produk Sobat MEA.

3. Pastikan Mudah Dipahami

Hal yang paling penting dalam membuat SKU adalah memastikan SKU Sobat MEA mudah dipahami. Jangan sampai pengkodean Sobat MEA justru membuat bingung Sobat MEA atau pembeli. Karena membuat stock keeping unit adalah soal kedisiplinan, pastikan juga Sobat MEA konsisten dalam membuat SKU yang mudah dipahami ini.

4. Tips Membuat SKU

Nah selain memastikan agar mudah dipahami, ada beberapa tips lain dalam membuat SKU yang baik dan benar. Berikut ini adalah tips dalam membuat SKU produk yang bisa Sobat MEA terapkan;

  • Buat aturan dan petunjuk paten dalam membuat SKU
  • Untuk pengkodean, Sobat MEA bisa menggabungkan huruf dan angka
  • Lakukan proses penandaan kode menggunakan detil produk. Misalnya menggunakan ukuran, warna, merek dan jenis produk
  • Usahakan membuat SKI yang sederhana, pendek dan mudah diingat.
  • Terakhir, Sobat MEA bisa membuat SKU menggunakan generator seperti Gorgias, Prima Sellers, Quicbooks Commerce, Barcode dan generator-generator SKU lain.

Sekali lagi, stock keeping unit adalah sesuatu yang penting dalam bisnis online. Karena itu, wajib hukumnya Sobat MEA mengetahui apa itu SKU, cara dan tips membuatnya serta contoh-contoh yang bisa Sobat MEA contoh. Semoga saja artikel ini dapat membantu Sobat MEA semua. Amin!

You May Also Like

About the Author: Husna Rahman

Husna Rahman telah menekuni dunia SEO selama 4 tahun. Husna Rahman pernah bekerja di beberapa media online seperti Hipwee dan Radar Bandung sebagai SEO Content Writer. Kini, Husna Rahman berposisi sebagai SEO Specialist di MEA Digital Marketing dan Popstation.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.