Apa Arti Preloved? Berikut Penjelasan Sampai 7 Tips Bisnisnya

apa arti preloved

Sobat MEA yang sering berbelanja online pasti sudah nggak asing dengan kata preloved. Biasanya, kata-kata ini ditulis untuk produk-produk tertentu seperti pakaian, barang elektronik maupun barang-barang perkakas. Pertanyaannya, apa arti preloved? Bagaimana cara berjualan produk-produk preloved?

Seperti kita ketahui, preloved sendiri menjadi sebuah produk yang memiliki pasarnya sendiri. Misalnya dalam dunia jual beli pakaian, Sobat MEA pasti pernah mendengar istilah thrifting. Nah thrifting adalah istilah yang digunakan orang-orang saat belanja produk-produk pakaian preloved. Lantas, apa arti preloved?

Apa Arti Preloved?

Mau tahu cara jualan produk preloved di marketplace?

Yuk diskusi bareng seller lain di grup seller marketplace MEA

Jika mengacu pada bahasa Indonesia, preloved memiliki arti “pernah disukai”. Kata ini merupakan istilah informal yang menggambarkan suatu barang yang pernah dimiliki sebelumnya. Yup, singkatnya preloved ini adalah istilah yang digunakan untuk menandai bahwa sebuah produk bukanlah produk yang baru alias produk bekas. Karena itu, saat berbelanja lewat marketplace, para seller kerap menambahkan deskripsi preloved jika barang yang mereka jual bukan produk baru.

Apa Perbedaan Preloved dan Barang Bekas?

Setelah mengetahui apa arti preloved, Sobat MEA pasti bertanya-tanya, apa sih perbedaan antara preloved dan barang bekas? Tentu saja ada beberapa kesamaan dan juga perbedaan dalam produk preloved dan barang bekas.

Jika mengacu pada arti yang luas, produk produk preloved nggak ada perbedaan dengan barang bekas. Namun biasanya, barang-barang preloved memiliki kualitas yang lebih bagus. Produk-produk preloved juga biasanya dipasarkan karena sang penjual merasa nggak cocok dengan produk tersebut. Karena itu, produk preloved biasanya masih bagus karena baru dipakai 1-2 kali saja.

7 Tips Berjualan Barang Preloved Secara Online

Saatnya kamu untung besar di TikTok Shop

Serahkan pengelolaan akun TikTok kamu ke tim MEA sekarang

Setelah mengetahui apa arti preloved dan perbedaan produk preloved dan barang bekas, Sobat MEA juga harus mengetahui bagaimana sih cara jualan produk preloved secara online. Apakah bisa menguntungkan? Tentu saja jawabannya adalah bisa. 

Kendati demikian, ada beberapa hal yang harus Sobat MEA perhatikan dulu sebelum mulai berjualan produk-produk preloved. Apa saja? Nah berikut ini ada 7 tips jualan produk preloved yang harus Sobat MEA ketahu. Yuk langsung aja simak penjelasannya di bawah ini!

1. Memahami Calon Pembeli

Hal pertama yang harus Sobat MEA lakukan saat berjualan produk-produk preloved adalah memahami selera pasar dan memahami pembeli. Maksudnya, Sobat MEA harus mengetahui apa sih yang sebenarnya yang diinginkan pembeli. Pasalnya, ada banyak alasan kenapa seseorang memutuskan untuk membeli sebuah produk preloved.

Ada pembeli yang memutuskan untuk belanja produk preloved karena memang menyukai barang-barang vintage, atau ada juga orang yang memutuskan mencari produk preloved karena langka dan ada juga orang yang membeli karena ingin mencoba sampai alasan minimnya budget untuk belanja. Singkatnya, Sobat MEA harus memahami hal ini. Pasalnya, produk preloved ini memiliki pasar luasnya tersendiri.

2. Perhatikan Tren dan Perkembangan

Percaya nggak percaya, tren selalu berulang. Terutama jika itu bicara tentang produk-produk fashion. Setiap tahunnya, selalu ada tren berbeda-beda. Kadang sedang tren pakaian 80an, kadang ada tren pakaian 90an atau kembali ke tahun 2000an.

Nah jika Sobat MEA bisa memahami dan peka terhadap tren dan perkembangan, maka berjualan produk preloved akan mudah. Selalu manfaatkan momen tren ini sebaik mungkin sebab hal ini akan membawa keuntungan yang berlipat-lipat loh!

3. Tentukan Harga yang Sesuai dan Kompetitif

Mau jualan di Shopee tapi bingung mulai dari mana?

Yuk belajar bareng coach Yohan Agustian di Kelas Shopee Mastery Premium!

Tips selanjutnya adalah menentukan harga yang sesuai dan kompetitif. Sebagai seller produk preloved, Sobat MEA wajib hukumnya untuk menjual produk dengan harga yang wajar. Pasalnya, nggak ada orang yang mau membeli produk preloved yang harganya mahal atau lebih mahal dari produk baru. Kecuali produk tersebut memang langka dan banyak dicari oleh orang.

Karena itu, Sobat MEA harus bijak dalam nenetukan harga. Sebab, jika memberikan harga yang terlalu tinggi, produk preloved akan sangat sulit terjual. Bahkan dalam industri preloved, harga seller sangatlah bersaing. Karena itu, Sobat MEA perlu untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum menentukan harga.

4. Tampilkan Visual Produk yang Menarik

Tips selanjutnya yang bisa Sobat MEA lakukan adalah menampilkan visual produk yang menarik. Yup, nggak seperti produk baru, barang preloved sendiri pasti memiliki kekurangan-kekurangan tertentu. Karena itu, Sobat MEA wajib untuk menampilkan visual produk yang menarik.

Jika bisa, Sobat MEA harus bisa menampilkan visual produk yang jauh lebih menarik daripada visual produk-produk baru. Apalagi produk Sobat MEA ini dijual secara online dimana para calon pembeli hanya bisa melihat produk dari visual atau gambar semata.

5. Tulis Deskripsi Produk Dengan Jujur

Hal terpenting dalam berjualan produk preloved adalah kejujuran. Yup, Sobat MEA harus bisa jujur dengan kondisi produk. Seperti kita ketahui, barang-barang preloved tentu nggak selalu dalam kondisi mulus. 

Sobat MEA bisa menjelaskan bagian terbaik sekaligus bagian yang kurang baik dari barang preloved yang Sobat MEA jual. Selain itu, tulis juga lama waktu pemakaian, harga beli asli dan informasi-informasi penting produk secara teperinci. Hal ini nantinya akan membuat pembeli bisa memperhitungkan risiko dan merasa mereka nggak ditipu oleh Sobat MEA.

6. Buat Konten Marketing yang Menarik

Hal selanjutnya yang bisa Sobat MEA lakukan adalah membuat konten marketing yang menarik. Seperti kita ketahui, barang-barang preloved biasanya dijual lewat media sosial. Dalam platform tersebut, Sobat MEA sangat membutuhkan konten marketing yang menarik.

Hari ini, sudah banyak contoh seller barang preloved yang membuat konten-konten yang menarik. Sobat MEA bisa melakukan sistem ATM (Amati-Tiru-Modifikasi). Akan lebih bagus juga kalau Sobat MEA bisa membuat konten menarik sendiri yang punya ciri khas.

7. Cari Supplier Terpercaya dan Murah

Tips terakhir yang bisa Sobat MEA lakukan dan yang paling penting adalah mencari supplier tangan pertama yang terpercaya dan murah. Jika ingin berbisnis barang preloved secara serius, nggak mungkin Sobat MEA terus mengandalkan barang-barang pribadi milik Sobat MEA sendiri.

Karena itu, Sobat MEA perlu untuk mencari supplier yang terpercaya dan pastinya murah agar Sobat MEA bisa mendapatkan keuntungan yang sepadan. Ada banyak cara mencari supplier tangan pertama barang-barang preloved. Sobat MEA bisa mencarinya di marketplace, sosial media maupun lewat website atau mesin pencari.

Nah itulah penjelasan mengenai apa arti preloved, perbedaan barang preloved dan barang bekas serta 7 tips dan trik cara berjualan barang preloved secara online. Semoga saja artikel ini bisa membantu Sobat MEA yang memang sedang mencari produk preloved atau tertarik untuk berbisnis produk-produk preloved.

You May Also Like

About the Author: Husna Rahman

Husna Rahman telah menekuni dunia SEO selama 4 tahun. Husna Rahman pernah bekerja di beberapa media online seperti Hipwee dan Radar Bandung sebagai SEO Content Writer. Kini, Husna Rahman berposisi sebagai SEO Specialist di MEA Digital Marketing dan Popstation.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.