3 Strategi Marketing Jualan Ke Gen Z

gen z

Gen Z atau Generasi Z adalah generasi yang lahir pada tahun 1997 sampai dengan 2012. Generasi ini lahir ketika teknologi telah berkembang. Tidak heran generasi ini begitu aktif menggunakan teknologi dan sosial media. 

 

Menurut Hasil Sensus Penduduk tahun 2020, jumlah generasi Z mencapai 75,49 juta jiwa atau 27,94 persen dari total seluruh populasi penduduk di Indonesia. Jumlah ini merupakan yang terbanyak bila dibandingkan generasi lain mengalahkan generasi Millenial di peringkat kedua dengan jumlah 69.38 juta atau 25,87%.

 

Ini membuat Generasi Z menjadi market yang sangat menggiurkan untuk seller online di Indonesia. Namun Generasi Z memiliki karakter yang unik apabila membandingkan generasi lainnya. Oleh karena itu strategi berjualan ke generasi ini sedikit berbeda. 

Manfaatkan FOMO yang sering melanda Gen Z

FOMO atau Fear Of Missing Out adalah rasa takut tertinggal atau tidak mengikuti aktivitas tertentu yang membuat mereka tidak mengetahui trend yang sedang beredar. Penyebabnya adalah penggunaan sosial media yang membuat penyebaran informasi yang begitu cepat. Sindrom ini sering kali Generasi Z alami karena begitu aktif menggunakan sosial media. 

Kamu dapat memanfaatkan fenomena untuk meningkatkan penjualan kamu. Caranya adalah merancang strategi penjualan yang dapat membuat efek FOMO. Kuncinya adalah membuat jangka waktu tertentu, dan tunjukkan bahwa banyak orang yang membutuhkan produk kamu. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat kamu rancang untuk berjualan ke gen z:

  1. Berikan diskon dengan jangka waktu
  2. Pemberitahuan penjualan secara real-time
  3. Tampilkan jumlah customer
  4. Tunjukkan bahwa banyak orang yang sedang mencari produk kamu
  5. Batasi ketersediaan produk

Pastikan Tampilan Toko Menawan

Generasi Z berkembang di era yang serba visual. Keputusan Gen Z untuk mengkonsumsi sesuatu seringkali berdasarkan visualisasi dari produk atau toko. Semua hal yang menarik secara visual atau instagramable sangat Gen Z gemari, sebaliknya tampilan yang jelek akan menurunkan minat mereka untuk membeli produk meskipun kualitas produk yang kamu jual bagus.

Oleh karenanya kamu harus merancang semua aspek di toko dan produk kamu agar memiliki visual yang menarik. Mulai dari toko offline, toko online, konten di sosial media, sampai pengemasan produk harus memiliki visual yang indah. Apabila memiliki visual yang menarik, Gen Z tidak hanya akan tertarik untuk membeli produk kamu, mereka juga tidak akan sungkan untuk mempromosikannya di sosial media mereka.

Bangun Cerita Yang Relevan Buat Gen Z 

Jualan hard selling dengan klaim bombastis yang dulu efektif banget buat penjualan, nggak efektif buat untuk jualan ke Gen Z. Generasi ini punya kebiasaan yang berbeda dalam berbelanja. Ini disebabkan terlalu banyaknya jualan yang mereka terima sehingga mereka nggak percaya lagi sama headline yang bombastis.

Generasi Z lebih tertarik soft selling atau jualan lewat cerita. Kamu bisa menjual produk kamu dengan menyebutkan keseharian dan kebutuhan mereka, lalu sebutkan bagaimana produk kamu dapat mengatasi masalah mereka dengan unik. 

Generasi ini juga penuh dengan aktivisme. Mereka senang banget mengutarakan pendapatnya dan melawan nilai yang mereka rasa udah nggak relevan. Kamu bisa memanfaatkan ini dengan menceritakan bahwa produk kamu mendukung nilai-nilai yang Generasi Z percayai.

Itu dia Sobat MEA beberapa strategi yang bisa kamu lakuin buat jualan ke Gen Z. Semoga setelah kamu selesai baca dan mulai nerapin trik ini, omset kamu bisa naik dan usaha kamu bisa berkembang, amin.

You May Also Like

About the Author: farent

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.