Bagi seorang affiliator, mengetahui affiliate komisi besar menjadi hal yang sangat penting. Lalu, program affiliate mana saja yang menyediakan komisi tinggi? Mari kita bahas lebih lanjut!
Program affiliate, baik dari brand atau marketplace, kini bisa menjadi ladang cuan baru.
Apalagi, kalau Sobat MEA memang mahir dalam mempromosikan produk tertentu, peluang untuk meraih penghasilan tambahan bisa jauh lebih besar.
Bahkan, beberapa orang mampu meraup uang yang tidak sedikit dari program affiliate, asalkan mereka tahu caranya.
Nah, agar mendapatkan komisi yang lumayan, kamu harus benar-benar memahami program affiliate yang tepat.
Kamu perlu mengenali program affiliate yang menawarkan affiliate komisi besar bagi para affiliatornya.
Dalam artikel ini, kita akan membahas rekomendasi affiliate komisi besar yang bisa kamu coba. Catat baik-baik!
Rekomendasi Program Affiliate Komisi Besar
Sudah ikut program affiliate, tapi komisinya stuck?
Di Indonesia, ada dua program affiliate yang cukup terkenal dan memang menjanjikan affiliate komisi besar, yaitu TikTok Shop dan Shopee.
Di luar kedua platform tersebut, sebenarnya masih ada brand atau produk lain yang secara mandiri menawarkan program affiliate dengan komisi besar.
Namun, TikTok dan Shopee memiliki beberapa kelebihan, terutama dari segi pilihan produk yang sangat beragam dan memang dibutuhkan oleh konsumen.
Komisi yang diberikan oleh TikTok dan Shopee juga bisa lumayan besar, khususnya bila promosi dilakukan dengan tepat.
Lalu, berapa besar komisi yang diberikan Shopee dan TikTok? Simak uraian selanjutnya untuk mengetahui lebih jelas.
1. Skema Komisi Shopee Terbaru
Mulai 3 November 2025, Shopee menerapkan penyesuaian baru untuk komisi para kreator, baik yang aktif di Shopee Video atau di Shopee Live.
Skema itu berlaku untuk dua kategori utama produk: non-elektronik dan elektronik.
Dengan aturan baru ini, setiap kreator, termasuk Kreator Golden Tick, akan mendapatkan komisi berdasarkan persentase dasar dari produk yang mereka promosikan, ditambah potensi Komisi XTRA bila memenuhi syarat tertentu.
1. Produk Non-Elektronik
Komisi XTRA: Kreator Golden Tick dan Kreator Lainnya
- Komisi dasar ≥10%
- Komisi dasar 6% hingga <10%
Komisi Shopee untuk Kreator Golden Tick (Per 3 November 2025)
- 7% untuk kategori komisi dasar ≥10%
- 3% untuk kategori komisi dasar 6% s/d <10%
Berdasarkan hal di atas, kreator Golden Tick bisa memperoleh tambahan komisi yang lebih kompetitif selama persentase komisi dasar produk memenuhi syarat minimum.
2. Produk Elektronik
Komisi XTRA: Kreator Golden Tick dan Kreator Lainnya
- Komisi dasar ≥10%
- Komisi dasar 1% hingga <10%
Komisi Shopee untuk Kreator Golden Tick (Per 3 November 2025)
- 7% untuk komisi dasar ≥10%
- 3% untuk komisi dasar 1% s/d <10%
Sama seperti kategori non-elektronik, komisi tambahan diberikan berdasarkan tier komisi yang telah ditentukan.
Catatan Penting:
Komisi Shopee berlaku untuk kreator Golden Tick yang mempromosikan produk dari Penjual Star / Star+ / Mall dengan ketentuan:
- Produk non-elektronik: komisi dasar minimum 6%
- Produk elektronik: komisi dasar minimum 1%
- Limit komisi per pesanan:
Rp50.000 untuk Shopee Partner
Rp10.000 untuk Shopee Affiliate
(Belum termasuk Komisi XTRA)
2. Jumlah Komisi TikTok Affiliate
Pada TikTok Affiliate, komisi ditentukan fleksibel oleh penjual.
Setiap produk dapat memiliki tarif komisinya sendiri, misalnya untuk satu per satu, per kelompok produk, atau keseluruhan katalog.
Ada dua tipe tarif yang bisa diatur:
Tarif Komisi Standar
Komisi TikTok ini berlaku untuk penjualan yang terjadi secara organik, tanpa bantuan iklan.
Tarif Komisi Shop Ads
Komisi khusus yang diberikan untuk transaksi yang diperoleh melalui konten affiliate yang didukung iklan.
Rentang komisi yang dapat ditetapkan cukup luas, yaitu 1% hingga 80%, memberi ruang bagi penjual untuk menyesuaikan strategi promosi.
Jika tarif komisi Shop Ads tidak diaktifkan, maka seluruh penjualan, termasuk yang berasal dari postingan yang dipakai dalam iklan, akan otomatis menggunakan tarif komisi standar.
Sebaliknya, ketika kedua tarif diaktifkan, komisi akan mengikuti sumber trafik pembeli.
Contoh kasus:
Misalnya tarif komisi standar ditetapkan sebesar 10%, sementara tarif komisi Shop Ads berada di angka 5%.
Jika pembeli melakukan transaksi setelah mengklik link affiliate tanpa terpapar iklan, maka komisi 10% (standar) yang dihitung.
Bila transaksi terjadi setelah pembeli mengklik iklan yang memakai konten affiliate, maka komisi 5% (Shop Ads) yang diterapkan.
Dengan mekanisme ini, penjual bisa mengontrol strategi biaya promosi, dan kreator tetap mendapatkan komisi sesuai sumber konversinya.
Itulah rekomendasi affiliate komisi besar. Semoga bermanfaat!
***Foto: freepik.com