Inilah contoh brief konten yang bisa diaplikasikan di TikTok bagi kamu affiliator. Catat baik-baik, ya!
Kalau kamu ingin konten affiliate di TikTok benar-benar optimal, strateginya tak bisa setengah-setengah.
Konten yang bagus memang jadi pondasi, tapi ada satu hal yang sering dilewatkan, yaitu brief konten.
Tanpa brief, ide gampang melebar, pesan kurang fokus, dan CTA jadi kurang nendang.
Di dalam brief-pun terdapat struktur konten yang bisa membuat kamu lebih gampang mengembangkan sebuah konten.
Di sinilah fungsi contoh brief konten jadi krusial, karena brief akan jadi peta sebelum kamu produksi video.
Buat kamu yang masih bingung bentuknya seperti apa, ini referensi yang bisa langsung dipakai. Catat baik-baik!
Contoh Brief Konten untuk Affiliator
Mau dibantu cara membuat konten yang bagus?
Berikut struktur contoh brief konten yang bisa kamu terapkan untuk TikTok affiliate:
1. Tipe Konten
Tentukan dulu formatnya. Apakah mau UGC review, storytelling, before-after, problem-solution, atau soft selling edukatif?
Tipe konten akan menentukan gaya bicara, visual, sampai alur editing.
Poin brief:
- Format: UGC / Review / Edukasi / Storytelling
- Durasi: 15–30 detik
- Gaya penyampaian: santai / persuasif / informatif
2. Tujuan Konten
Setiap konten harus punya tujuan jelas. Mau fokus ke klik keranjang? Naikkan awareness? Atau dorong checkout?
Kalau tujuan tidak ditentukan sejak awal, isi video jadi kurang terarah.
Poin brief:
- Objective: CTR tinggi / GMV / Awareness
- Target metrik: View, klik, atau konversi
- Fokus utama: Produk / Benefit / Promo
3. Hook Konten
Hook adalah 3 detik pertama yang menentukan orang lanjut nonton atau scroll.
Hook konten bisa berupa pertanyaan, keresahan, fakta mengejutkan, atau klaim yang bikin penasaran.
Poin brief:
- Jenis hook: Problem / Shock / Curiosity
- Script 3 detik pertama
- Visual pendukung hook
4. Isi Konten
Di bagian ini kamu menjelaskan produk secara ringkas tapi tajam. Hindari muter-muter. Fokus ke masalah dan solusi.
Struktur yang bisa dipakai:
- Masalah audiens
- Solusi dari produk
- Bukti atau demonstrasi
Poin brief:
- Pain point utama
- 2–3 keunggulan produk
- Demo atau testimoni singkat
5. Call to Action
CTA atau call to action harus spesifik dan jelas. Jangan cuma bilang “cek keranjang kuning”. Tambahkan alasan kenapa harus klik sekarang.
Poin brief:
- Jenis CTA: Klik sekarang / Cek promo / Lihat varian
- Urgensi: Diskon / Stok terbatas / Flash sale
6. Target Audiens
Konten untuk mahasiswa tentu beda dengan ibu rumah tangga atau pekerja kantoran. Menentukan target audiens akan memengaruhi bahasa dan angle.
Poin brief:
- Usia
- Gender
- Minat atau kebutuhan
- Masalah utama yang mereka hadapi
7. Caption
Caption berfungsi memperkuat pesan video dan membantu optimasi SEO TikTok.
Gunakan kata kunci relevan secara natural, termasuk contoh brief konten jika membahas topik seputar edukasi affiliate.
Poin brief:
- Ringkasan manfaat
- Ajakan klik
- Hashtag relevan
Dengan struktur di atas, Sobat MEA tak lagi bikin konten secara acak.
Brief membantu ide tetap fokus, pesan tersampaikan, dan peluang konversi lebih besar.
Gabung MCN MEA untuk Dapatkan Cara Membuat Konten yang Berkualitas
Kalau kamu ingin lebih serius di dunia affiliate, kamu bisa gabung ke MCN MEA.
MCN MEA adalah jaringan multi-channel network yang membina kreator dan affiliator agar performanya lebih terarah.
Di dalamnya, kamu akan belajar strategi konten, riset produk, cara membaca data performa, sampai teknik scaling akun.
Banyak affiliator yang awalnya bingung menentukan angle dan contoh brief konten, lalu akhirnya punya sistem kerja yang rapi setelah ikut komunitas dan mentoring di MCN MEA.
Kalau kamu ingin konten lebih konsisten, punya arahan jelas, dan tidak lagi menebak-nebak strategi, ini saatnya naik level.
Gabung MCN MEA dan mulai bangun sistem konten yang lebih matang dari sekarang.
Semoga bermanfaat!
***Foto: freepik.com